Saturday, May 7, 2011

Terimakasih Gadis Kecil..

Sore itu ku membawa langkah kaki dan hatiku menyusuri siring-siring di pinggiran sungai martapura seberang mesjid Raya Sabilal Muhtadin. sambil melirik jam di tangan ku lihat sudah hampir pukul 17.00. sore itu hatiku benar-benar kacau masalah yang ku hadapi berkecamuk berputar cepat di otakku, dengan muka masam,pandangan kosong, dan langkah gontay seperti orang kurang makan. aku susah berpikir jernih saat itu.Uang lagi..uang lagi..itulah masalah yang  menohokku.Ku hentikan langkahku dan duduk di salah satu tepian sungai sambil memikirkan beban yang terasa berat di pundak, sudah satu semester ini aku belum bayar biaya kuliahku dan tidak jarang aku harus ngutang dengan teman untuk menutupi kekurangan pembayaran,,keadaan ekonomi keluargaku yang makin susah akhir-akhir ini membuat uang yang di kirim orang tua untukku juga makin tersendat. Ayahku hanyalah petani biasa di kampungku dan ibuku hanyalah ibu rumah tangga biasa,, pendidikan beliau berdua cuma sampai tamatan Sekolah Menengah Pertama, meskipun begitu aku sangat kagum dengan mereka, Ayah ingin aku bisa kuliah meskipun beliau harus bekerja lebih giat lagi,Ayah ingin aku menjadi orang berpendidikan dan bisa di hargai orang lain, beliau tidak ingin anaknya mengikuti jejaknya.sangat harum keinginan ayahku dan begitu tinggi harapannya,aku bisa melihat dari wajahnya yang mulai keriput dan bola matanya yang sayu,beliau begitu bangga dan bahagia anaknya bisa lulus dan berkuliah saat itu. inilah realita hidup di masyarakat kita,  banyak anak-anak yang ingin sekolah, kuliah namun mereka di halangi benteng besar yang di namakan uang, dan aku termasuk di dalamnya.kesejahteraan masyarakat dari jaman behala sampai sekarang masih sulit terwujud. ada benar nya juga kata Om Rhoma ' yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin '. apa yang salah yaa? banyak pastinya. aahhkk...terlalu jauh aku memikirkan sejauh itu lebih baik memikirkan nasibku dulu.
Ayah...Ibu... aku sayang kalian, dengan doa kalian aku bisa hidup, harapan besar kalian semoga bisa ku wujudkan nanti, Tuhan...Saat ini gantunglah asa orangtuaku dan lepaslah dengan iringan rahmatMU kelak..amiin.
aku tersentak dari lamunan dan menoleh ke sampingku , ketika mendengar nyanyian merdu seorang gadis kecil berpakaian lusuh, dengan penuh semangat dia menyanyikan lagu dari band terkenal D'masive,' syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik',,,demikian sepenggal lirik yang dia nyanyikan sambil memetik gitar kecil usang di tangannya. aku mulai tertarik dengan gadis kecil ini meskipun kecil namun suara dan permainan gitarnya lumayan enak di dengar, dia duduk tidak jauh di tempatku duduk, aku coba mendekatinya..., boleh kk duduk di sini kataku,, ya kak katanya. suara kamu bagus dan bisa main gitar..siapa yang ngajari kataku,, yang ngajari kk ulun katanya sambil tersenyum. dengan wajah pura-pura tidak tahu aku bertanya lagi.. itu lagunya siapa yaa? dia jawab itu lagunya D'masive kak katanya,,, dalam hatiku ternyata anak-anak sekarang banyak yang tahu lagu orang dewasa yaa, apakah mereka tahu arti lirik lagu yang di nyanyikan yaa. lalu gadis kecil itu bicara padaku,, malam ini ulun handak ngamen ka ae lawan kk ulun, terlihat bersemangat sekali dia bicara sepertinya dia sangat suka menyanyi,,padahal gadis-gadis sebayanya mungkin malam ini lagi sibuk-sibuknya belajar,bersantai sambil nonton tv bersama orangtua mereka,karena mereka tahu orang tua mereka lah yang mencari nafkah untuk mereka, bukan mereka.. yang memang mestinya bersekolah. kak,, ulun handak mendatangi kk ulun lah..permisi kak kata gadis kecil itu,,, oh iya kataku sambil melihat senyum dan  langkah kakinya yang penuh semangat yang sepertinya dia yakin malam ini akan mendapatkan banyak uang. dari senyum semangat gadis kecil itu aku mulai terpikir dan tersadar,, hidup harus tetap di jalani dengan semangat  walau apapun keadaannya, bersyukur dengan apa yang ada seperti nyanyian gadis kecil tadi, selalu yakin dan berusaha mencari jalan keluar dengan kepala dingin dari tiap masalah. 
Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 saatnya aku harus pulang, aku bangkit dan melangkah..sambil bertekad aku harus lebih semangat.. tiba-tiba terlintas dalam kepalaku  untuk mendapatkan uang sepertinya aku harus kerja dan jangan hanya selalu berharap dari kiriman orangtua. aku kuliah sambil kerja sepertinya harus begitu pikirku,,besok aku harus cari kerja harus..harus..semangaaaat...teriakku dalam hati.
Terimakasih gadis kecil.. terimakasih banyak..salute untukmu . aku yakin kau di kirim Tuhan.untuk membuka mata hati dan  pikiranku, juga  membangkitkan semangat hidupku. akhirnya aku hanya bisa berdoa untukmu semoga kelak hidupmu bahagia..amiin.




No comments:

Post a Comment